TANDA-TANDA ORANG YANG SHOLATNYA DITERIMA

TANDA-TANDA ORANG YANG SHOLATNYA DITERIMA

 
Hasil gambar untuk sholat
Dalam sebuah hadist qudsi Allah SWT berfirman : ..(yang artinya) :

“Sesungguhnya Aku hanya akan menerima shalat orang-orang :
yang merendahkan dirinya-karena kebesaran-Ku,
yang menahan dirinya dari hawa napsu karena Aku,
yang mengisi sebagian waktu siangnya untuk berdzikir kepada-Ku,
yang melazimkan hatinya untuk takut kepada-Ku,
yang tidak sombong terhadap makhluk-Ku, yang memberi makan pada orang yang lapar,
yang memberi pakaian pada orang yang telanjang,
yang menyayangi orang yang terkena musibah,
yang memberikan perlindungan kepada orang yang terasing.

Kelak cahaya orang itu akan bersinar seperti cahaya matahari. Aku akan berikan cahaya ketika dia kegelapan.

Aku akan berikan ilmu ketika dia tidak tahu. Aku akan lindungi dia dengan kebesaran-Ku. Aku akan suruh Malaikat menjaganya.

Kalau dia berdoa kepada-Ku, Aku akan segera menjawabnya. Kalau dia meminta kepada-Ku, Aku akan segera memenuhi permintaannya. Perumpaannya dihadapan-Ku seperti perumpamaan syurga Firdaus”.

Berdasar hadist qudsi tersebut, tanda-tanda orang yang sholatnya diterima adalah sebagai berikut :

1.Merendah diri.

Para ulama mengatakan : “Kalau kita sudah berdiri di atas sajadah, sudah mengangkat tangan untuk takbir, ketahuilah bahwa kita sedang Mi’raj menghadap Allah SWT. Seperti Rosulullah saw, kita sudah berada di Sidratul Muntaha”

2.Menahan nafsu.

Orang yang diterima shalatnya oleh Allah mampu mengendalikan hawa nafsunya.

3. Banyak berdzikir.

Tanda ketiga orang yang shalat diterima Allah SWT adalah banyak berdzikir.
Dalam Al Qur’an disebutkan, kita selain diperintahkan untuk banyak melakukan amal sholeh, disuruh juga untuk beramal dengan sebaik-baiknya, hal ini difirmankan Allah yang artinya : “Allah akan menguji kamu siapa yang paling baik amalannya “.

4. Solidaritas sosial pada sesama.

Tanda yang lain dari orang yang shalatnya diterima adalah suka berderma dengan memberikan makanan kepada orang yang lapar atau memberikan pakaian pada orang yang tak punya, dia menyayangi orang yang terkena musibah dan memberikan perlindungan kepada orang yang terasing.

Bila hal tersebut di atas sudah dilakukan, maka dari wajah orang yang shalatnya diterima akan memancarkan cahaya yang bersinar, cahaya yang menerangi kegelapan dan Allah akan memberikan ilmu pada saat dia tidak tahu.

Nur Allah masuk kedalam hatinya, cahaya Allah masuk kedalam jiwanya, dan terbentuklah jiwa yang mut’mainnah, jiwa yang tenang, jiwa yang ridho dan diridhoi oleh-Nya.

Jiwa yang semacam ini tidak takut pada segala macam krisis yang melanda, tidak takut kehilangan jabatan yang fana, tidak takut pada kedudukan yang nestapa, tidak takut kekacauan duniawi, tidak takut hinaan, cacian, makian, ujian, cobaan dan sebagainya, yang dia takuti cuma Allah, Allah dan Allah.

Bila dihati orang yang shalatnya diterima hanya semata-semata Allah, maka tak ada lagi kesempatan untuk membenci, mengunjingkan, iri, dengki dan hasud pada orang lain, bahkan memusuhi setanpun dia tak sempat !

Seperti yang dikatakan oleh wanita sufi Rabi’ah Al Adiwiyah : ” Hatiku sudah penuh dengan Allah, tak ada tempat lagi untuk memusuhi setan!”

Orang yang merasakan nikmatnya shalat, tidak akan memusuhi, membenci dan mengutuk siapapun, karena dia bukan pencipta dan pemberi rejeki kepada siapapun.

Dia tidak sekali kali meremehkan seseorang, karena dia mengetahui banyak kekasih Allah berasal dari orang yang dianggap hina dina.

Mari kita bertanya pada diri kita sendiri, sudahkah kita shalat dengan benar ? Sudahkah sujud kita, rukuk kita, tuma’ninah kita benar ?

Mari kita sempurnakan shalat kita dengan sebenar-benarnya, sehingga shalat kita menjadi khusu’, insya Allah shalat yang penuh dengan kekhusu’an dan keikhlasan akan diterima oleh Allah SWT. Amin.


Semoga renungan ini bermanfaat..

Comments

Popular Posts

AYO RAIH KEBEBASAN FINANSIAL & JADILAH JUTAWAN BERSAMA PAYTREN...!!!