WAKTU UNTUK DIRI SENDIRI


WAKTU UNTUK DIRI SENDIRI




Lelah dan jenuh dengan setumpuk peran? Saatnya time off. Tinggalkan sebentar kehidupan rutin dan bersenang-senanglah sendirian.
 
Sebulan ini Sastri uring-uringan. Ia merasa lelah dan jenuh dengan segala kesibukannya. Tugas kantor membuatnya harus bekerja tanpa henti sejak pukul 09.30 hingga, paling cepat sampai di rumah pukul 19.00. Belum lagi tenaga dan pikirannya untuk mengasuh sepasang putra-putri balitanya ditambah Dito, suaminya, yang kerap menuntut perhatian dengan dalih cinta.  

Tawaran Dina untuk berwisata belanja bersama dua teman lain ke Bandung cukup menggelitik hatinya. “Sudahlah Tri, ayo kita bersenang-senang sejenak! Setelah itu pasti kamu bakal punya tabungan energi untuk menghadapi   rutinitasmu kembali,” rayu Dina. Tentu saja iming-iming Dina sangat menggiurkan! Perlukah Sastri menuruti ajakan sahabatnya?
 

Waktu untuk diri sendiri

Kerepotan mengatur rumah tangga, mengasuh anak-anak berusia balita, ditambah kesibukan kerja membuat seseorang merasa lelah dan jenuh. Harus ada semacam penyaluran yang sehat agar perasaan ini tidak menjadi penghalang dalam menjalani rutinitas sehari-hari.  
Sastri contohnya. Kejenuhan ibu bekerja beranak dua ini semakin   memuncak, hingga ia akhirnya merasa tak nyaman dengan dirinya dan mulai uring-uringan, di kantor maupun di rumah.

Segunung tugas dan tanggung jawab memang terkadang membuat seseorang secara tidak sadar mereduksi kebutuhan sendiri sebagai individu. Hampir semua yang Anda kerjakan adalah demi keluarga. Semua yang Anda pikirkan, bahkan Anda beli, untuk kepentingan keluarga. Kapan Anda berani memikirkan diri sendiri tanpa merasa bersalah?

Jangan heran jika akhirnya Anda mudah emosi, bahkan mudah kesal pada anak. Hati-hati jika ini terjadi! Siapa tahu sinyal-sinyal kelelahan mulai menghampiri. Perasaan ini tentu saja sangat manusiawi. Anda tak perlu merasa bersalah. Namun tidak perlu pula berkeras melawan rasa jenuh dan ketidakpuasan, dengan meneruskan rutinitas tanpa memikirkan saat-saat beristirahat. Jika demikian, malah memperburuk perasaan tidak bahagia yang dapat mempengaruhi seluruh sisi kehidupan Anda.


Inilah saat yang tepat

Yakinkanlah saat ini merupakan waktu yang tepat untuk mundur sejenak dan melakukan refleksi atas apa yang Anda lakukan selama ini. Cobalah menghabiskan waktu sendiri, maupun bersama teman-teman, untuk bersantai dan mengurangi tekanan. Kegiatan seperti ini perlu sekali diupayakan untuk mengendurkan saraf-saraf yang tegang, sekaligus mengisi ulang energi agar bisa   kembali menjalankan tugas-tugas di kantor maupun di rumah dengan lebih bersemangat.

Jika kita segar dan berenergi, secara tak langsung karier dan berbagai urusan rumah tangga lancar. Karenanya, tak ada salahnya sesekali mengikuti ajakan sahabat untuk bersenang-senang ke luar kota barang satu-dua hari. Atau, jika Anda lebih senang menghabiskan waktu sendiri, Anda dapat memanjakan diri di salon atau spa untuk mengembalikan kesegaran.   

              
Disepakati bersama

Tentu saja tak hanya istri yang butuh mengisi ulang ‘baterai' diri. Suami pun kerap dilanda kejenuhan yang sama. Tak ada salahnya jika kebutuhan ini dibicarakan bersama, sehingga suami maupun istri memahami kebutuhan pasangan untuk mendapatkan time-off sejenak. Bahkan, Anda berdua dapat menjadwalkan pemenuhan istirihat itu secara bergantian.

Memang perlu kebesaran hati suami atau istri untuk mau sejenak berganti peran ketika pasangannya sedang berlibur. Masing-masing berupaya membantu pasangan menciptakan dan meluangkan waktu untuk keluar dari rutinitas sehari-hari. Tak perlu merasa bersalah karena meninggalkan si kecil dan keluarga, atau merasa iri dengan pasangan yang sedang berlibur. Perlu disadari kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menyegarkan diri dalam menjalani kehidupan perkawinan.

Anak atau keluarga memang produk sebuah komitmen yang implikasi logisnya adalah keikhlasan orang tua untuk mengorbankan sebagian kebutuhannya sebagai individu. Namun, bukan berarti masing-masing jadi tak lagi punya kehidupan pribadi. Apalagi jika saat-saat istirahat dijadwalkan hanya sehari atau beberapa hari sesuai kesepakatan. Tentu saja waktu yang singkat ini diharapkan dapat menjadi vitamin yang memperkokoh pilar kehidupan perkawinan. Suami atau istri yang melakukan recharge, kembali segar dan bersemangat menjalankan multi perannya dalam kehidupan sehari-harinya.



SEMOGA INFO INI BERMANFAAT.

Comments

Popular Posts

AYO RAIH KEBEBASAN FINANSIAL & JADILAH JUTAWAN BERSAMA PAYTREN...!!!