TENTANG KESEMPURNAAN SYARIAT ISLAM



Tentang Kesempurnaan Syariat Islam






Meskipun Islam agama yang paling muda, namun berita kedatangan Islam dan Nabi Muhammad sudah disebut-sebut oleh hampir semua nabi yang pernah diutus ke muka bumi. Sehingga para pemeluk agama terdahulu sudah sangat akrab dengan informasi tentang Islam dan nabinya. Sebagaimana disebutkan di dalam Al-Quran Al-Karim:



Orang-orang yang telah Kami beri Al Kitab mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri . Dan sesungguhnya sebahagian diantara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui. (QS Al-Baqarah: 146).



Orang-orang yang telah Kami berikan kitab kepadanya, mereka mengenalnya seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Orang-orang yang merugikan dirinya, mereka itu tidak beriman. (QS Al-An'am: 20).



Sedangkan letak titik kesempurnaan Islam adalah bahwa syariat agama Islam ini merupakan rangkuman dari syariat yang pernah diturunkan sebelumnya. Namun diformulasikan secara khusus sehingga nyaman dilaksanakan dan manusia manapun bisa dengan mudah menjalankannya. Berbeda dengan syariat yang turun kepada umat terdahulu yang terasa kejam, kaku, keras dan kurang manusiawi. Misalnya, baju yang terkena najis tidak bisa disucikan dengan dicuci tapi harus dibakar. Bilan najis itu terkena badan, maka badan itu harus dipotong. Orang yang berdusta hanya bisa diampuni dosanya dengan dipotong lidahnya. Dan sekian banyak hukum lainnya yang teramat berat untuk bisa dijalankan oleh manusia.



Ketika syariat Islam diturunkan ke muka bumi, semua syariat yang pernah ada disempurnakan dan dibuat nyaman untuk dijalankan. Dan itulah yang kemudian dijadikan syariat Islam sekarang ini. Benar-benar sebuah penyempurnaan yang mengagumkan, sebagaimana Allah jelaskan di dalam Al-Quran.



Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni'mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS Al-Maidah: 3)



Adapun jawaban pertanyaan anda tentang kata ISLAM, jawabannya adalah sebagai berikut:




1. Ketundukan dan penyerahan diri



Islam berarti tunduk dan menyerahkan diri karena setiap Muslim wajib tunduk dan patuh menyerahkan diri kepada ketentuan Allah SWT,



Maka demi Tuhanmu, mereka pada hakekatnya tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan , dan mereka menerima dengan sepenuhnya. (QS An-Nisa': 65)



Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allah-lah mereka dikembalikan. (QS Ali-Imran (3): 83)



Katakanlah, "Apakah kita akan menyeru selain daripada Allah, sesuatu yang tidak dapat mendatangkan kemanfaatan kepada kita dan tidak (pula) mendatangkan kemudharatan kepada kita dan (apakah) kita akan dikembalikan ke belakang sesudah Allah memberi petunjuk kepada kita, seperti orang yang telah disesatkan oleh syaitan di pesawangan yang menakutkan; dalam keadaan bingung, dia mempunyai kawan-kawan yang memanggilnya kepada jalan yang lurus (dengan mengatakan), "Marilah ikuti kami." Katakanlah, "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah (yang sebenarnya) petunjuk; dan kita disuruh agar menyerahkan diri kepada Rabb semesta alam, dan agar mendirikan shalat serta bertaqwa kepada-Nya" dan Dialah Rabb Yang kepada-Nya-lah kamu akan dihimpunkan. (QS Al-An'am (6): 71-72)




2. Keselamatan



"Hai ahli kitab, sesungguhnya telahd atang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepada mubanyak dari isi Al-Kitab yang kamu sembunyikan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan kitab yang menerangkan."



"Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengankitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus." (QS Al-Maidah (5):15-16)




3. Kedamaian



Serta berarti keselamatan dan damai. Sebab, orang yang telah memeluk Islam dan rnengerjakan tuntutannya akan selamat di dunia dan akhirat serta akan mendapatkan keselamatan dan kedamaian sejati.



Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawwakallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS Al-Anfal (8): 61)



Hai orang-orang yang beriman masuklah kedalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syeithon. Sesungguhnya syeitho itu musuh yang nyata bagimu. (QS Al-Baqorah: 208 )




4. Kesejahteraan



"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shaleh, mereka diberi petunjuk oleh Rabb mereka karena keimanannya, dibawah mereka mengalir sungai-sungai di dalam surga yang penuh kenikmatan".



"Do'a mereka di dalamnya ialah, "Subhanakallahumma" dan salam penghormatan mereka ialah, "Salaam." Dan penutup doa mereka ialah, "Alhamdulillaahi Rabbil'aalamin." (QS Yunus (10): 9-10)




Menurut Istilah



Sedangkan menurut istilah, berislam berarti:



Menundukan dan menyerahkan diri sepenuh-penuhnya, secara mutlak, baik lahir maupun batin, kepada Allah swt untuk Ia atur sesuai dengan kehendak-Nya. Dan kehendak-kehendak Allah swt itu tertuang secara utuh dalam agama yang Ia turunkan kepada umat manusia, sebagai petunjuk abadi dalam menjalani kehidupan mereka dimuka bumi, melalui perantara seorang Rasul, Muhammad SAW, yang kemudian Ia beri nama "Islam".



Asas ketundukan dan penyerahan diri itu adalah pengakuan yang tulus dari lubuk hati bahwa kita dan seluruh alam semesta adalah ciptaan Allah swt. Karena itu Allah swt berhak mengatur segenap ciptaan-Nya sesuai dengan kehendak-Nya.



Jadi jelaslah bahwa lafadz Islam digunakan sebagai nama dari dien dan peraturan yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW.



Allah menerangkan bahwa siapa yang mencari dien selain Islam tidak akan diterima amal perbuatannya dan di akhirat termasuk orang yang merugi:



"Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya. Dan dia diakhirat termasuk orang-orang yang rugi." (QS Ali Imran: 85)

Comments

Popular Posts

AYO RAIH KEBEBASAN FINANSIAL & JADILAH JUTAWAN BERSAMA PAYTREN...!!!